Langsung ke konten

Error Code

Error Code digunakan untuk membantu developer memahami penyebab kegagalan saat menggunakan API TENTA.

Saat request API gagal, sistem biasanya mengembalikan kode error atau pesan error tertentu.

Dengan memahami error code, tim teknis dapat mengetahui apakah masalah terjadi karena autentikasi, data request, batas penggunaan, atau kendala server.

Error Code digunakan saat request API tidak berhasil diproses.

Gunakan panduan ini untuk:

  • Membaca penyebab error API.
  • Mengecek kesalahan token atau akses.
  • Memperbaiki format data yang dikirim.
  • Mengetahui apakah request terkena rate limit.
  • Membedakan error dari sisi pengguna dan error dari sisi server.

Error autentikasi terjadi ketika sistem tidak dapat memverifikasi akses API.

Penyebab yang sering terjadi:

  • API token salah.
  • Token sudah tidak aktif.
  • Token tidak dikirim di header request.
  • Format authentication tidak sesuai.
  • Token tidak memiliki izin akses ke endpoint tertentu.

Langkah pengecekan:

  1. Pastikan API token sudah benar.
  2. Pastikan token masih aktif.
  3. Pastikan token dikirim dengan format yang sesuai.
  4. Cek apakah token memiliki izin untuk endpoint yang digunakan.

Error validasi terjadi ketika data yang dikirim ke API tidak sesuai dengan format yang dibutuhkan.

Penyebab yang sering terjadi:

  • Field wajib belum diisi.
  • Format data salah.
  • Nomor tujuan tidak valid.
  • ID percakapan tidak ditemukan.
  • Tipe data tidak sesuai.
  • Parameter request kurang lengkap.

Langkah pengecekan:

  1. Periksa kembali body request.
  2. Pastikan semua field wajib sudah diisi.
  3. Cek format data yang dikirim.
  4. Sesuaikan parameter dengan kebutuhan endpoint.

Error rate limit terjadi ketika sistem menerima terlalu banyak request dalam waktu singkat.

Rate limit digunakan untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah penggunaan API secara berlebihan.

Penyebab yang sering terjadi:

  • Sistem mengirim request terlalu cepat.
  • Ada proses otomatis yang berjalan berulang tanpa jeda.
  • Integrasi melakukan pengecekan data terlalu sering.
  • Request dikirim dalam jumlah besar tanpa pengaturan antrian.

Langkah pengecekan:

  1. Kurangi frekuensi request.
  2. Tambahkan jeda antar request.
  3. Gunakan sistem antrian jika request cukup banyak.
  4. Hindari request berulang untuk data yang sama jika tidak diperlukan.

Error server terjadi ketika request sudah dikirim, tetapi sistem tidak dapat memproses karena kendala dari sisi server.

Penyebab yang mungkin terjadi:

  • Server sedang sibuk.
  • Layanan API sedang mengalami gangguan.
  • Terjadi kendala sementara pada sistem.
  • Request membutuhkan waktu proses terlalu lama.

Langkah pengecekan:

  1. Coba ulang request beberapa saat kemudian.
  2. Pastikan endpoint yang digunakan benar.
  3. Cek apakah error terjadi berulang atau hanya sesaat.
  4. Simpan log error untuk bahan pengecekan teknis.
  5. Hubungi tim support jika error terus terjadi.

Developer mengirim request API untuk mengambil daftar percakapan, tetapi sistem mengembalikan error authentication.

Developer kemudian mengecek token yang digunakan dan menemukan bahwa token belum dimasukkan pada header request.

Setelah token ditambahkan dengan benar, request berhasil diproses.

  • Baca pesan error sebelum mengubah integrasi.
  • Simpan log request dan response untuk membantu pengecekan.
  • Jangan langsung mengulang request terlalu banyak jika terkena rate limit.
  • Pastikan token, endpoint, method, dan body request sudah sesuai.
  • Jika error server terjadi berulang, hubungi tim support dengan menyertakan detail error.

Cek apakah token masih aktif dan memiliki izin untuk endpoint tersebut.

Periksa field wajib dan pastikan semua data sudah dikirim sesuai format.

Kurangi frekuensi request dan gunakan jeda antar proses otomatis.

Simpan detail error, waktu kejadian, endpoint yang digunakan, dan hubungi tim support.

Setelah memahami Error Code, lanjutkan ke halaman berikutnya: