Langsung ke konten

Rate Limit

Rate Limit adalah batas jumlah request API yang dapat dikirim ke TENTA dalam periode waktu tertentu.

Batas ini digunakan untuk menjaga sistem tetap stabil dan mencegah penggunaan API secara berlebihan.

Jika sistem mengirim terlalu banyak request dalam waktu singkat, request dapat ditolak sementara sampai penggunaan kembali normal.

Rate Limit perlu diperhatikan saat tim teknis membuat integrasi menggunakan API TENTA.

Panduan ini digunakan untuk:

  • Memahami batas penggunaan API.
  • Menghindari request berlebihan.
  • Menjaga integrasi tetap stabil.
  • Mengatur jeda antar request.
  • Mencegah error karena terlalu banyak request.

Batas request adalah jumlah maksimal request API yang dapat dikirim dalam waktu tertentu.

Contoh sederhana:

  • Sistem hanya boleh mengirim sejumlah request dalam satu menit.
  • Jika jumlah request melewati batas, sistem dapat menolak request berikutnya.
  • Request dapat dicoba kembali setelah beberapa waktu.

Batas request dapat berbeda tergantung pengaturan layanan, jenis endpoint, atau paket penggunaan.

Tim teknis perlu memastikan integrasi tidak mengirim request terlalu cepat atau terlalu sering.

Jika penggunaan API melewati rate limit, beberapa dampak yang bisa terjadi adalah:

  • Request API ditolak sementara.
  • Data tidak berhasil dikirim.
  • Pengambilan data tertunda.
  • Proses otomatis berhenti sementara.
  • Sistem eksternal menerima pesan error.
  • Integrasi menjadi tidak stabil jika tidak memiliki pengaturan retry yang baik.

Rate limit bukan berarti API rusak. Biasanya sistem hanya membatasi request agar penggunaan tetap aman.

Agar tidak terkena rate limit, gunakan API secara efisien.

Beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Tambahkan jeda antar request.
  • Hindari mengirim request berulang untuk data yang sama.
  • Gunakan sistem antrian jika request cukup banyak.
  • Batasi proses otomatis yang berjalan terlalu sering.
  • Ambil data hanya saat benar-benar dibutuhkan.
  • Gunakan webhook jika ingin menerima update otomatis.
  • Simpan data sementara di sistem internal jika tidak perlu mengambil data berulang.

Dengan pengaturan yang baik, integrasi tetap berjalan lancar tanpa membebani sistem.

Sistem internal ingin mengambil daftar percakapan dari TENTA.

Jika sistem mengecek data setiap detik, request bisa terlalu banyak dan terkena rate limit.

Agar lebih aman, tim teknis mengubah proses menjadi pengecekan berkala dengan jeda yang lebih wajar, atau menggunakan webhook untuk menerima update saat ada event baru.

Dengan cara ini, sistem tetap mendapatkan data yang dibutuhkan tanpa mengirim request berlebihan.

  • Jangan mengirim request terlalu cepat tanpa jeda.
  • Gunakan API hanya sesuai kebutuhan integrasi.
  • Gunakan webhook untuk mengurangi pengecekan manual berulang.
  • Simpan log penggunaan API agar mudah mengevaluasi request yang terlalu banyak.
  • Jika terkena rate limit, tunggu beberapa saat sebelum mencoba kembali.

Kurangi frekuensi request dan tambahkan jeda antar proses.

Atur ulang jadwal proses otomatis agar tidak mengirim request terus-menerus.

Gunakan penyimpanan sementara atau cache jika data tidak perlu selalu diambil ulang.

Cek log request, jumlah request, dan endpoint yang paling sering digunakan.

Setelah memahami Rate Limit, lanjutkan ke halaman berikutnya: