Langsung ke konten

Detail Customer

Detail Customer digunakan untuk melihat informasi lengkap dari satu customer di TENTA.

Di halaman ini, tim dapat melihat data dasar customer, channel asal, dan riwayat percakapan yang pernah terjadi.

Detail Customer membantu agent memahami siapa customer yang sedang dilayani sebelum membalas chat atau melakukan follow up.

Detail Customer dapat berisi beberapa informasi penting tentang pelanggan.

Data yang biasanya ditampilkan antara lain:

  • Nama customer.
  • Nomor WhatsApp.
  • Email.
  • Akun sosial media.
  • Channel asal.
  • Riwayat percakapan.

Data ini membantu tim mengenali customer dengan lebih mudah dan menghindari pengulangan pertanyaan yang tidak perlu.

Nama customer digunakan untuk mengenali pelanggan di dalam sistem.

Gunakan nama yang jelas dan mudah dipahami oleh tim.

Contoh:

  • Budi Santoso
  • Sari Wijaya
  • Rina Customer Online
  • Customer Instagram - Andi

Jika nama customer belum tersedia, agent dapat melengkapinya jika sudah mendapatkan informasi dari percakapan.

Nomor WhatsApp digunakan untuk mengidentifikasi customer yang menghubungi bisnis melalui WhatsApp.

Nomor ini penting untuk:

  • Melihat data customer.
  • Menghubungkan chat dengan kontak yang benar.
  • Melakukan follow up.
  • Menghindari data customer ganda.

Pastikan nomor WhatsApp tersimpan dengan benar agar tidak salah saat menghubungi pelanggan.

Email customer dapat digunakan untuk komunikasi, pengiriman informasi, atau kebutuhan administrasi tertentu.

Email biasanya berguna jika bisnis membutuhkan:

  • Pengiriman dokumen.
  • Konfirmasi pesanan.
  • Informasi invoice.
  • Follow up resmi.
  • Riwayat komunikasi tambahan.

Jika email belum tersedia, data ini dapat dikosongkan atau dilengkapi nanti sesuai kebutuhan.

Akun sosial media membantu tim mengenali customer yang masuk dari platform seperti Instagram atau Facebook.

Data ini berguna untuk melihat asal interaksi customer dan memahami channel komunikasi yang digunakan.

Contoh akun sosial media:

  • Instagram customer.
  • Facebook profile.
  • Username atau nama akun pelanggan.

Pastikan akun sosial media sesuai dengan customer yang sedang dilayani.

Channel asal menunjukkan dari mana customer pertama kali menghubungi bisnis.

Contoh channel asal:

  • WhatsApp.
  • Instagram DM.
  • Facebook Messenger.
  • Telegram.
  • Email.
  • Live Chat Website.

Channel asal membantu tim mengetahui jalur komunikasi yang digunakan customer dan menyesuaikan cara follow up.

Riwayat percakapan menampilkan interaksi sebelumnya antara customer dan bisnis.

Riwayat ini membantu agent memahami konteks sebelum membalas pelanggan.

Hal yang bisa dilihat dari riwayat percakapan:

  • Pertanyaan yang pernah diajukan customer.
  • Jawaban yang pernah diberikan agent.
  • Komplain atau kendala sebelumnya.
  • Follow up yang pernah dilakukan.
  • Channel yang pernah digunakan customer.

Sebelum membalas atau melakukan follow up, agent sebaiknya membaca riwayat percakapan terlebih dahulu.

Customer menghubungi bisnis melalui Instagram DM dan bertanya tentang layanan.

Agent membuka Detail Customer dan melihat bahwa customer tersebut sebelumnya pernah menghubungi melalui WhatsApp.

Dari riwayat percakapan, agent mengetahui bahwa customer sudah pernah menanyakan harga layanan. Agent dapat melanjutkan percakapan dengan lebih tepat tanpa meminta customer mengulang informasi dari awal.

  • Pastikan data customer diisi dengan benar.
  • Baca riwayat percakapan sebelum melakukan follow up.
  • Jangan mengubah data customer tanpa alasan yang jelas.
  • Lengkapi data customer jika informasi baru sudah tersedia.
  • Perhatikan channel asal agar komunikasi tetap sesuai konteks.

Lengkapi nama customer jika sudah diketahui dari percakapan.

Periksa kembali data sebelum melakukan follow up atau mengirim informasi penting.

Pastikan customer menghubungi melalui channel yang sudah terhubung ke TENTA.

Cek apakah customer menggunakan nomor, email, atau akun sosial media yang berbeda.

Setelah memahami Detail Customer, lanjutkan ke halaman berikutnya: